Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Canda Sri Mulyani pada Khofifah: Sibuk Urus Bencana dan Politik

Jakarta  - Hari ini Bank Indonesia (BI) meluncurkan gerbang pembayaran nasional (GPN). Acara ini dihadiri oleh Menteri Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Gubernur BI Agus Martowardojo. Seluruh Menteri itu diminta oleh BI untuk memberikan sambutan dalam acara peluncuran ini, terkait peranan dan fungsi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dalam perekonomian nasional. Namun ada hal menarik sejumlah Menteri malah saling guyon sebelum mereka memberikan sambutan.  Seperti halnya Sri Mulyani yang menyindir Khofifah yang saat ini dinilai sedang sibuk dan punya banyak agenda. "Yang terhormat pak Gubernur BI, Pak Menko Darmin, Bu Rini, Pak Rudiantara, dan bu Khofifah yang saat ini sedang sibuk bencana alam dan juga ada agenda politik," ujar Sri Mulyani, yang kemudian direspon gelak tawa dari hadirin. Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan aka...

PRESS RELEASE MDP BUSINESS TALK

     Sebagai  kampus yang memiliki perhatian lebih terhadap dunia wirausaha, kampus MDP terus melakukan inovasi-inovasi yang diharapkan dapat membantu perkembangan wirausaha, terutama dikalangan anak-anak muda. Wujud dari perhatian tersebut adalah dengan memasukkan matakuliah wirausaha dan bisnis bagi semua mahasiswa yang kuliah di lingkungan STMIK, AMIK dan STIE MDP. Selain melalui matakuliah, maka kampus MDP juga mengadakan seminar, pelatihan dan hal lainnya terkait dengan pengembangan wirausaha.      Bersama PT. Pegadaian Area Palembang, pada hari Sabtu 28 Oktober 2017 bertempat di Aula Kampus MDP diadakan seminar yang mengambil topik akses permodalan bagi UMKM. Hadir sebagai pembicara adalah Deputi Area Palembang PT. Pegadaian (Persero) Bapak Tun Imanudin, SE.MM dan Ibu Sri Megawati Elizabeth, SE., M.Si dosen STIE MDP. Dalam acara ini dibahas bagaimana para pengusaha mendapatkan akses permodalan melalui berbagai sumber yang salah satunya adalah ...

Tips Membuat CV Yang Tepat - Oleh Billy Boen

Gambar
 dari Forum Young On Top kaskus.co.id Selama karir saya hingga sekarang, saya mencari lebih dari ratusan karyawan, yang artinya, saya sudah mensortir ribuan CV, mewawancara ratusan orang, dan meng-hire ratusan orang. Terkesima, dan sedih. Itu yang saya rasakan setiap kali me-review CV yang masuk. Ketika lagi nyari HR Manager untuk Rolling Stone Cafe, masa ada CV yang masuk dengan foto: selfie di mobil? Come on! Masa jabatannya di perusahaan lamanya HR Manager, tapi ngga tau bahwa CV itu harus 'serius'? Tanpa saya baca lebih lanjut, CV itu langsung tersingkir. Kenapa? Karena saya ngga mau HR Manager di Rolling Stone Cafe ngga ngerti cara buat CV yang tepat. Kalau HR Managernya ngga ngerti cara buat CV yang baik, gimana dia bisa mensortir CV-CV yang masuk nantinya? Nah, berikut beberapa tips membuat CV yang tepat: - Selalu tulis nama lengkap, alamat lengkap, nomor telpon yang mudah untuk dihubungi, dan email. - Foto: pas foto. Pakai jas dan dasi kalau perlu - Email...

DARI KELUARGA SEDERHANA, LULUS MEMUASKAN DI SINGAPURA : KISAH DEWI SURYANA (1)

SINGAPURA, KOMPAS.com  - Dewi Suryana tidak menyangka bakal meraih predikat bergengsi dan menjadi lulusan S-1 tercepat di Fakultas Teknik Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Gadis asal Pontianak, Kalimantan Barat, itu lulus pada 30 Juni 2016 dengan predikat terbaik First Class Honours dari jurusan Teknik Material. Prestasi ini tidak main-main mengingat hanya lima persen mahasiswa yang berhasil lulus dengan predikat prestisius itu. Semua itu diselesaikannya dalam waktu tiga tahun, lebih cepat dibanding rata-rata mahasiswa pada umumnya yang menempuh studi selama empat tahun. Di tiap semester, kelahiran 9 September 1995 itu sanggup melahap hingga 27 satuan kredit semester (SKS). Mahasiswa lain rata-rata hanya mengambil 18-20 SKS. Di dua semester pertamanya, Dewi menekuni 10 modul kuliah per semester dan semuanya dituntaskan dengan baik. Talenta dan kepintaran Dewi sudah muncul sejak menempuh studi di SMP Immanuel, Pontianak. Saat itu ia mewakili Indonesia di d...

DUA MAHASISWI UNIVERSITAS INDONESIA MERAIH JUARA 2 DALAM KOMPETISI GO GREEN IN THE CITY (GGITC) 2016 DI PERANCIS

JAKARTA, KOMPAS.com - Prestasi membanggakan datang dari mahasiswi Indonesia dalam kompetisi Go Green in the City (GGITC) 2016 yang baru saja dilangsungkan tanggal 19-22 September lalu di Paris, Perancis. Perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan automasi Schneider Electric, mengumumkan konsep "Droplock Turnstile Gate" yang diusung Nabila Astari dan Stephanie Rawi dari Universitas Indonesia sebagai peringkat kedua. Tim dengan nama Scarf ini sebelumnya telah melewati serangkaian seleksi GGITC mulai dari tingkat nasional, Asia, sampai pada final di Perancis. "Generasi muda Indonesia memiliki kemampuan untuk berinovasi dan membuat terobosan dalam menciptakan kehidupan perkotaan yang lebih baik dan cerdas, terutama dari segi efisiensi energi," ujar Human Resources Director Schneider Electric Indonesia Nita Herawati dari keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (29/9/2016). Menurut Nita, konsep yang mereka angkat sangat dekat dengan mo...